Jamu Cabe Puyang


Jamu Cabe Puyang

Jamu cabe puyang dikatakan oleh sebagian besar penjual jamu sebagai jamu 'pegal linu'. Artinya, untuk menghilangkan cikalen, pegal, dan linu-linu di tubuh, terutama pegal-pegal dipinggang. Namun, ada pula yang mengatakan untuk menghilangkan dan menghindarkan kesemutan, menghilangkan keluhan badan panas dingin atau demam. Seorang penjual mengatakan minuman ini baik diminum oleh ibu yang sedang hamil tua dan bayi yang lahir jika minum jamu cabe puyang secara teratur tiap hari bayi akan bersih dan bau tidak amis. Jamu cabe puyang banyak mengandung zat besi dan berkasiat untuk menambah butiran darah merah bagi yang kurang darah atau anemia.


Bahan baku

Bahan dasar jamu cabe puyang adalah cabe jamu dan rimpang lempuyang. Tambahan bahan baku lain dalam jamu cabe puyang sangat bervariasi, baik jenis maupun jumlahnya. Bahan lain yang ditambahkan antara lain adas, pulosari, rimpang kunir, biji kedawung, keningar dan asam kawak. Sebagai pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih dan kadangkala mereka juga mencampurkan gula buatan serta dibubuhkan sedikit garam.


Cara pengolahan

Pada umumnya tidak jauh berbeda, yaitu pertama-tama air direbus sampai mendidih dan dibiarkan sehingga dingin, jumlahnya sesuai dengan kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk menggunakan lumpang dan alu besi atau batu. Seluruh bahan ini kemudian diperas melalui saringan ke dalam air matang yang sudah tersedia. Selanjutnya, ramuan yang diperoleh diaduk rata kemudian dimasukkan ke dalam botol-botol.

Wanita hamil sebaiknya menghindari minum jamu cabe puyang yang mengandung cabe Jawa (piper retrofractum val)secara terus – menerus,karena memiliki efek menghambat kontraksi otot pada saat persalinan .
Cabe Jawa mengandung alkoid piperin yang berefek menghambat kontraksi otot,sehingga akan menyulitkan persalinan,seperti yang dikatakan Prof.Dr.Suwijo Pramono DEA.Apt,dalam pidato pengukuhan Guru Besar Fakultas Universitas Gadjah Mada (UGM)Yogyakarta.
Ia mengatakan bahwa wanita hamil yang meminum jamu cabe puyang secara terus – menerus sampai mendekati masa persalinan akan mengalami kesulitan pada saat melahirkan,karena otot uterus terhambat.
Kontraksi otot uterus yang dihambat terus-menerus,menurut dia,akan memperkokoh otot tersebut dalam menjaga janin yang ada di dalamnya.
“Kondisi itu sebenarnya sangat bermanfaat untuk menjaga risiko keguguran jika di minum pada masa awal kehamilan,tetapi akan berakibat jelek jika di minum pada masa menjelang persalinan,”katanya.
Ia menambahkan , jamu yang juga sangat populer dan selalu di bawa bakul jamu gendong yang meningkatkan risiko keguguran pada masa awal kehamilan adalah kunir asem (kunyit asam).
Jumlah kunyit (curcuma domestica val) yang dominan dalam ramuan kunir asem yang kental perlu di perlihatkan waktu penggunaannya,karena ekstrak kunyit memiliki efek stimulan pada kontraksi uterus dan berefek abortivum.
Karena kunyit merupakan komponen yang selalu ada pada jamu pelancar haid,sehingga wanita hamil tidak di anjurkan untuk meminum jamu tersebut pada masa awal kehamilan karena akan meningkatkan risiko keguguran.